Kamis, 20 Mei 2010

Kepemimpinan Pendidiakn

umar khalid, Mei 2010

A.Pengertian Kepemimpinan
Menurut M. Hanafi kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas tugas dari oang-orang dalam kelompok. Definisi kepemimpinan tersebut menyiratkan bahwa: pertama, kepemimpinan berhubungan dengan penggunaan pengaruh. Kedua, kepemimpinan berhubungan dengan pentingnya agen perubahan yang mampu mempengaruhi perilaku dan kinerja pengikutnya. Dan ketiga, kepemimpinan berhubungan dengan pencapaian tujuan.
Pemimpin mempunyai power yang lebih besar daripada yang dipimpin. Power menurut John French and Bertram Raven didapat dari beberapa sumber, yaitu legitimate, reward, coercive, expert, dan referent.
Legitimate power adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain karena kedudukannya.
Reward power yaitu seseorang memperoleh kekuasaan dari kemampuannya memberikan imbalan kepada orang lain karena kepatuhannya.
Coercive power merupakan kekuasaan yang diperoleh karena kemampuan untuk menghukum.
Expert power merupakan kekuasaan yang didapat karena seseorang mempunyai keahlian tertentu.
Referent power yaitu kekuasaan yang diperoleh karena kharisma kepribadian seseorang.

B.Teori Kepemimpinan
1.Teori Sifat
Teori sifat adalah suatu teori kepemimpinan yang berusaha mengidentifikasikan karakteristik khas (fisik, mental kepribadian) yang diasosiasikan dengan keberhasilan kepemimpinan. Teori ini mengasumsikan bahwa pemimpin mempunyai sifat/karakteristik tertentu yang dibawa sejak lahir. Jadi dengan kata lain teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dipelajari atau diajarkan.

2.Teori Perilaku
Teori perilaku kepemimpinan memfokuskan pada perilaku apa yang dilakukan oleh pemimpin yang membedakan dengan yang tidak memimpin.
Penelitian penting yang berhubungan dengan teori perilaku adalah yang dilakkukan University of Michigan dan Ohio State University.
Penelitian University of Michigan mengidentifikasikan dua gaya kepemimpinan :
a.Job-centered, yaitu pemimpin yang menerapkan pengawasan secara ketat sehingga bawahan melakukan pekerjaan atau tugas berdasarkan prosedur yang telah ditentukan.
b.Employee-centered, yaitu pemimpin yang percaya kepada karyawan dengan mendelegasikan pengambilan keputusan dan membantu pengikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan cara membangun lingkungan kerja yang suportif.
Penelitian Ohio State University menunjukkan bahwa kepemimpinan yang mempunyai perhatian yang tinggi, yang berarti memperhatikan karyawan, menghasilkan tingkat kepuasan karyawan yang paling tinggi sehingga merupakan kepemimpinan yang efektif.

3.Teori Situasi
Teori ini menyatakan bahwa pemimpin memahami perilakunya, sifat bawahannya, dan situasi sebelum menggunakan gaya kepemimpinan tertentu.
3.1 Teori Rangkaian Kesatuan dari Tannembaum dan Schmidt
Tannembaum dan Schmidt mengemukakan bahwa pemimpin harus mempertimbangkan tiga kekuatan sebelum melakukan pemilihan gaya kepemimpinan, yaitu :
a.Kekuatan dalam diri pemimpin : sistem nilai, kepercayaan terhadap bawahan, kecenderungan kepemimpinannya, dan perasaan aman dan tidak aman.
b.Kekuatan dalam diri bawahan : kebutuhan akan kebebasan, kebutuhan peningkatan tanggung jawab, ketertarikan dalam menangani masalah, dan harapan dalam keterlibatan membuat keputusan.
c.Kekuatan dari situasi : tipe organisasi, efektifitas kelompok, desakan waktu, dan sifat masalah

3.2 Teori “Contingency” Fiedler
Teori ini mengemukakan bahwa efektifitas suatu kelompok atau organisasi tergantung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan situasi. Teori kepemimpinan menurut Fiedler :
a.Kekuasaan posisi  kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin membuat bawahan mengikuti kemauan pemimpin.
b.Struktur pekerjaan  sejauh mana pekerjaan dapat dirinci dan membuat bawahan bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
c.Hubungan antara pemimpin dan bawahan  berkaitan dengan apakah bawahan percaya dan menyukai pemimpinnya dan bersedia mengikuti pemimpinnya.
Situasi yang baik digambarkan sebagai situasi kerja di mana kekuasaan jelas, struktur kerja jelas, dan hubungan antara pemimpin-bawahan baik.

3.3 Teori Model Kepemimpinan Hersey dan Blanchard
Model ini menekankan bahwa efektifitas kepemimpinan tergantung dari kesiapan bawahan. Kesiapan tersebut mencakup kemauan untuk mencapai prestasi, menerima tanggung jawab, kemampuan mengerjakan tugas, dan pengalaman bawahan.
Pada awal perjalanan organisasi pemimpin perlu memberikan instruksi yang lebih rinci mengenai peraturan dan prosedur organisasi sehingga memperjelas situasi kerja pegawai. Setelah organisasi berjalan beberapa waktu, instruksi kerja masih dibutuhkan tetapi pemimpin perlu membina hubungan manusiawi dengan memberi dukungan. Pada tahap pegawai sudah berpengalaman atau dapat mengarahkan diri sendiri, maka gaya kepemimpinan yang longgar dapat dilakukan.

C.Kepala Sekolah
1.Syarat dan Pemilihan Kepala Sekolah
Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan merupakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan di sekolahnya. Sampai saat ini penunjukkan kepala sekolah masih dilakukan oleh atasan (Dinas Pendidikan Nasional) dengan memperhatikan syarat-syarat yang telah ditentukan, misalnya senioritas, ujian kepala sekolah, dan sebagainya.
Syarat minimal yang harus dipenuhi seseorang yang akan dipilih atau diangkat menjadi kepala sekolah harus mempunyai kemampuan dalam menjalankan tugas dan mempunyai kemampuan dalam membina hubungan baik dengan semua personal sekolah. Adapun syarat-syarat terperinci dapat dirumuskan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

2.Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah
Kepala sekolah dan pemimpin sekolah lainnya mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam bidang :
a.kurikulum,
b.personalia,
c.kesiswaan,
d.keuangan,
e.sarana pendidikan,
f.sistem informasi sekolah, dan
g.supervisi pendidikan.
Dalam lingkungan pendidikan yang kompleks dan turbulen fokus perhatian kepala sekolah harus ditujukan kepada kepuasan stake holder. Apabila semua sekolah memfokuskan pada kepuasan stake holder akan terjadi inovasi-inovasi yang dilakukan sekolah.


DAFTAR PUSTAKA

Tim FKIP - UMS. 2004. Manajemen Pendidikan: Pedoman bagi Kepala Sekolah dan Guru. Surakarta: MUP - UMS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar